Mahasiswa
Abadi yang Merugikan
Anggapan bahwa “Mahasiswa Abadi” merugikan merupakan
perbuatan negatif yang dilakukan mahasiswa dalam memperlama masa kuliah.
Menjadi mahasiswa abadi dapat merugikan beberapa pihak
dan merugikan diri sendiri. Karena menjadi mahasiswa abadi hanya menyia-nyiakan
kuliah untuk hal yang tidak terlalu penting, seperti malas-malasan kuliah,
bergaul dengan orang yang salah menikah dimasa kuliah,dll. Padahal Sistem
Kredit Semester (SKS) hanya memberi tenggang waktu kepada mahasiswa hanya
sampai 14 semester atau 7 tahun dalam jenjang S1. Jika melewati tenggang waktu
SKS maka mahasiswa akan di D.O (Drop Out).
Dengan begitu menjadi mahasiswa abadi akan sia-sia saja dan percuma.
Beberapa alasan yang merugikan menjadi mahasiswa abadi.
Pertama, hanya membuang waktu dan sia-sia jika tidak dimanfaatkan dengan baik.
Padahal jika waktu luang dimanfaatkan dengan baik,menjadi mahasiswa abadi tidak
akan sia-sia. Kedua, merugikan orang tua yang telah membiayai kuliah. Dengan
begitu orangtua akan mengeluarkan biaya kuliah berlipat-lipat, padahal selama
masa kuliah hanya buat main-main saja. Ketiga, merugikan pemerintah karena
pemerintah sudah mengeluarkan beasiswa untuk para mahasiswa, jika tidak
melaksanakan kuliah dengan baik maka beasiswa dari pemerintah akan terbuang
percuma.
Apapun alasanya menjadi mahasiswa abadi adalah hal yang
merugikan bagi siapapun. Menyeleseikan kuliah dengan cepat, lebih baik daripada
menunda semester atau menunda kelulusan
untuk hal yang tidak penting atau belum penting.
Merencanakan sebaik mungkin, agar mahasiswa dapat lulus
tepat waktu dengan prestasi yang gemilang agar tidak merugikan diri sendiri dan
orang lain.
0 komentar:
Posting Komentar