Senin, 15 Desember 2014

TEKS TANTANGAN




Mahasiswa Abadi yang Merugikan

            Anggapan bahwa “Mahasiswa Abadi” merugikan merupakan perbuatan negatif yang dilakukan mahasiswa dalam memperlama masa kuliah.
            Menjadi mahasiswa abadi dapat merugikan beberapa pihak dan merugikan diri sendiri. Karena menjadi mahasiswa abadi hanya menyia-nyiakan kuliah untuk hal yang tidak terlalu penting, seperti malas-malasan kuliah, bergaul dengan orang yang salah menikah dimasa kuliah,dll. Padahal Sistem Kredit Semester (SKS) hanya memberi tenggang waktu kepada mahasiswa hanya sampai 14 semester atau 7 tahun dalam jenjang S1. Jika melewati tenggang waktu SKS maka mahasiswa akan di D.O (Drop Out). Dengan begitu menjadi mahasiswa abadi akan sia-sia saja dan percuma.

            Beberapa alasan yang merugikan menjadi mahasiswa abadi. Pertama, hanya membuang waktu dan sia-sia jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Padahal jika waktu luang dimanfaatkan dengan baik,menjadi mahasiswa abadi tidak akan sia-sia. Kedua, merugikan orang tua yang telah membiayai kuliah. Dengan begitu orangtua akan mengeluarkan biaya kuliah berlipat-lipat, padahal selama masa kuliah hanya buat main-main saja. Ketiga, merugikan pemerintah karena pemerintah sudah mengeluarkan beasiswa untuk para mahasiswa, jika tidak melaksanakan kuliah dengan baik maka beasiswa dari pemerintah akan terbuang percuma.
            Apapun alasanya menjadi mahasiswa abadi adalah hal yang merugikan bagi siapapun. Menyeleseikan kuliah dengan cepat, lebih baik daripada menunda semester atau menunda kelulusan  untuk hal yang tidak penting atau belum penting.
            Merencanakan sebaik mungkin, agar mahasiswa dapat lulus tepat waktu dengan prestasi yang gemilang agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates